Piala Dunia 2010 – 2018

piala dunia 2018 Italia (& Inggris) Gagal karena Terlalu Banyak Pemain Asing kepada Liganya.  Ini disampaikan nir sang orang ‘biasa’, melainkan sang Johan Cruyff & Roberto Donadoni.  Bahwa Italia gagal secara memalukan kepada PD 2010, seluruh orang memahami. Bahwa kepada Italia aneka macam pemain asing, itu jua sahih.  Sayangnya, mereka ‘lupa’, bahwa Italia adalah kampiun PD 2006, alias empat tahun kemudian.  Dan situasi terkait pemain asing kepada Serie A tahun  2006 sama persis bareng situasi 2010!  Tidak terdapat perubahan kebijakan terkait pemain asing kepada periode tsb. Jadi terang, bahwa bukan banyaknya pemain asing yg menjadi penyebabnya. Karena kalau itu penyebabnya, Italia mestinya jua gagal kepada PD 2006.  Cruyff & Donadoni ‘lupa’, bahwa Marcello Lippi secara sadar meninggalkan beberapa pemain (belia, atau nisbi belia) berbakat misalnya Cassano & Balotelli, & lebih mempercayai skuad tua andalannya kepada tahun 2006.

Sayangnya, nisbi poly komentar atau analisis (bukan ramalan lho..) yg salah menjurus ngawur, nir berdasar kabar, & cenderung hanya menjadi ‘pembenaran’ sebuah yg akan terjadi pertandingan.  Berikut ini beberapa kepada antaranya.

Piala Dunia 2010 kepada Afsel baru saja usai. Semua memahami, Spanyol akhirnya kampiun.  Belanda ‘konsisten’ jadi runner up, plus embel-embel permainan kasar yg sangat jauh berdasarkan trademark-nya selama ini: total football..

Saya membaca & mengamati komentar poly orang melalui media massa, mulai berdasarkan pengamat, mantan pemain, wartawan, dsb.  Mereka umumnya menjadi acum bagi para penjudi yg mempertaruhkan uangnya buat bola yg dikejar-kejar 22 orang itu, atau menjadi ‘sahabat’ yg kadang mengganggu kita menikmati siarang eksklusif kepada TV, atau menjadi surat keterangan kita agar lebih sanggup menikmati pertandingan sepak bola.

Wasit Salah, Solusinya adalah Teknologi “Mata Elang”.  Mungkin poly kepada antara kita, sebagaimana para analis/pengamat sepakbola, yg beropini demikian.  Hal itu terutama mengacu kepada kesalahan wasit (& asisten wasit) yg nir mensahkan gol Frank Lampard ketika melawan Jerman.  Betul, itu adalah sebuah kesalahan fatal, & andaikata teknologi mata elang (hawkeye) dipergunakan, hal itu sanggup dihindari.  Tapi pandangan itu nir sepenuhnya sahih.  Andaikata hakim garis (asisten wasit) berdiri kepada wilayah yg sahih, yaitu kepada ‘garis imajiner’ paling belakang kepada mana pemain bertahan berdiri, kesalahan itu sanggup diminimalkan.  Juga gol Carlos Tevez ketika Argentina vs Meksiko, yg disahkan sang Roberto Rosetti & asistennya karena (awalnya) nir memahami kalau posisi Tevez offside.  Jelas bahwa kesalahan itu terjadi bukan karena ‘lack of technology’, melainkan karena kesalahan hakim garis merogoh posisi menjadi akibatnya nir sanggup melihat posisi offside Tevez.  Beberapa kesalahan lain (termasuk Howard Webb yg nir mengkartumerahi Nigel de Jong yg mengirim tendangan kungfu ke dada Xabi Alonso kepada final) lebih menunjuk kepada ‘human error’ ketimbang ‘lack of technology’.  Jadi jangan heran jua, kalau FIFA masih enggan buat menyetujui usulan penggunaan hi tech dalam pertandingan sepakbola.

Spanyol Menggunakan Formasi Dasar Barcelona.  Ini terdapat kepada goresan pena wartawan senior Kompas, Budhiarto Sambazzy, hari ini.  Dia membicarakan bahwa kunci kemenangan Spanyol diantaranya karena memakai ‘poros Barcelona’.  Banyak benarnya, karena enam atau tujuh pemain inti Spanyol  berasal berdasarkan El Barca (Pique, Puyol, Xavi, Iniesta, Busquet, Pedro, plus Villa –yg terakhir ini sebenarnya kurang pasti, karena baru tiba & belum pernah bermain kepada Barca).  Tapi ketika menyebut gugusan 4-dua-3-1 yg digunakan Timnas Spanyol adalah gugusan dasar Barcelona, BS terang salah.  Sudah semenjak usang Barca, tepatnya semenjak era Cruyff kepada sana, bermain bareng gugusan dasar 4-3-3.  Barca selalu bermain bareng 3 penyerang.  Di era modern, mereka adalah Ibra, Henry/Pedro, & Messi.  Di era kepelatihan Rijkaard: Eto’o, Ronaldinho, Messi/Giuly.  Formasi dasar Timnas Spanyol yg hanya memainkan satu penyerang (Villa/Torres) terang tidak selaras atau bukan gugusan dasar Barcelona…

Brasil Kalah Karena Dunga ‘Mengkhianati’ Jogo Bonito.  Brasil kalah, iya. Brasil kepada tangan Dunga meninggalkan sepakbola cantik (jogo bonito), iya jua.  Tidak aneh, jikalau aneka macam analis/pengamat yg menyatakan bahwa Dunga adalah asal kegagalan Brasil kepada PD 2010, khususnya karena meninggalkan jogo bonito.  Bahkan, orang sekelas Johan Cruyff pun beropini demikian.  Mereka ‘lupa’, bahwa bareng cara yg sama bareng yg dilakukan kepada PD 2010, Dunga membawa Brasil kampiun Copa America 2007 (mengalahkan Argentina kepada final bareng sangat meyakinkan).  Dunga jua, bareng gaya yg sama tentu saja, membawa Brasil kampiun Piala Konfederasi 2009.  Para pengamat/analisis jua ‘lupa’, bahwa Brasil kampiun 2002 kepada bawah kepelatihan Luis Felipe Scolari yg jua dikritik poly orang karena dipercaya meninggalkan jogo bonito.  Tahun 1994 jua, Brasil kampiun, ‘kebetulan’ kaptennya adalah Dunga, pelatihnya Carlos Alberto Parreira, & yg krusial: bukan melalui sepakbola cantik.  Jadi nir sahih, bahwa Brasil gagal kepada PD 2010 karena Dunga, atau karena meninggalkan sepakbola cantik..

Apapun judi bola, beberapa kekeliruan tadi ya nir ‘berfokus-berfokus amat’, wong cuma urusan sepak bola.. Pudah-mudahan lain ketika sanggup diperbaiki.. Kalau pun nanti masih salah jua, ya nir apa-apa jua…

Untuk Bersinar, Jerman ‘Harus’ Main Jelek Dulu kepada Awal.  Ini sudah menjadi agama poly orang kepada trade mark “mesin disel” (yg lambat panas) bagi Timnas Jerman.  Tentu saja terdapat ceritanya mengapa timbul perkiraan misalnya itu. Tahun 1954, Jerman (Barat) sempat dihajar habis sang Hungaria kepada penyisihan class, sebelum akhirnya kampiun (bareng mengalahkan  Hungaria).  Tahun 1974, Jerman (masih memakai Barat) sempat kalah berdasarkan Jerman Timur kepada penyisihan class sebelum akhirnya kampiun selesainya mengalahkan Belanda kepada final.  Jadi nir aneh jikalau kolumnis sepakbola Kompas sekelas Sindhunata pun percaya, bahwa Jerman memang wajib main nir baik dulu, & melihat kemenangan 4:0 atas Australia kepada laga pembuka adalah ‘kesalahan’, yg kemudian ‘dikoreksi’ sang kekalahan 0:1 atas Serbia, agar Jerman pulang ke trek menjadi ‘mesin disel’.  Benarkah demikian? Sayangnya nir.. Mereka seluruh ‘lupa’, bahwa kepada memahami 1990, Jerman mengawali turnamen secara menakjubkan.  Dipimpin kapten Lothar Matthaeus, Jerman menekuk Yugoslavia 4:1.  Bahkan, seusai pertandingan, Franz Beckenbauer (pelatihnya ketika itu) bilang: mestinya kami menang 6:1.  Setelah itu, Jerman terus brilian, diantaranya bareng mengalahkan Belanda & Inggris, sebelum kemudian main nir baik akan namun menang kepada final melawan Argentina (yg main lebih nir baik lagi).  Artinya, kepada PD 1990, Jerman kampiun tanpa wajib bermain nir baik dulu kepada penyisihan class…

Lagipula, mungkin saja goresan pena/analisis ini jua salah… Salam olahraga!

Jadwal Pertandingan & siaran langsungnya sudah terpajang dalam poly sekali Media, pertandingan Perdana semi final antara Kashiwa Reysol Vs Santos akan ditayangkan dalam Hari Rabu lepas 14 Desember 2011 jam 17.30 WIB melalui Chanel MNCTV, sedang Pertandingan semi final ke 2 Kamis lepas 15 Desember 2011, jam : 17.30 WIB akan bertemu Al Sadd Vs Barcelona yg juga akan disiarkan sang TV Swasta Nasional MNCTV eksklusif menurut Nissam Stadium Yokohama Jepang.

Santos FC Klub berasal Brasil yg akan bertemu Kashiwa dalam hari Pertama semi final Piala Dunia antar Club bukanlah Klub kacangan disana bertengger Neymar forward menurut Santos, Neymar Da Silva Santos Yunior lahir dalam Sao Paulo Brasil dalam lepas lima Pebruari 1992, timbul Elano pemain berbakat yg memperkuat Timnas Brasil diberbagai ajang, sebelum ke Santos Elano pernah bermain buat Internasionale yg juga pernah merebut Juara Piala Dunia Antar Club Tahun 2009.

Diperkirakan bahwa El-Barca akan menurunkan para pemain inti baik dalam Laga semi juga final jika berhasil menang melawan Al-Sadd, mirip Pinto, Pontas, Pique, Alves, Maxwell, Maxerano, Xapi, Tiago,Pedro, Quenca, Villa & Messi. Dan kalau para pembaca bertanya Klub mana saja yg akan melaju ke Final Club World Cup 2011, maka Saya jawab Baecelona & Santos, & akhirnya Barcelonalah yg akan berhasil meraih lima billion dollar USA, siapa takut ?!**

Al-Sadd yg akan dihadapi sang Barcelona dalam semi final kali ini tidak boleh dicermati sebelah mata sang squad Pep Guardiola Al Sadd melaju ke semi final sesudah mengkandaskan virtual wakil menurut Tunisia ES Tunis 2-1, yg perlu dipahami bahwa ini artinya kali pertama Klub berasal Qatar ini hingga dalam level semi final Piala Dunia Antar Klub, jika dibanding bareng Barca saat ini kita sama ketahui Al-Sadd bukanlah pesaing yg sanggup mengalahkan Barcelona.

Kita sudah sama ketahui bahwa Piala Dunia Antar Klub pertama kali digelar dalam tahun 2006, karena sebelum tahun 2006 Kompetisi ini bernama Piala Toyota tentu para pembaca masih jangan lupa bahwa semenjak Tahun 2006 hingga bareng tahun 2008 Jepang berturut-turut menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Antar Klub & nanti dalam tahun 2009 & 2010 Tuan tempat tinggal penyelenggara beralih ke UEA ( Uni Emirat Arab ), & Tahun 2011 kini ini Jepang balik menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan Piala Dunia Antar Club.

Menghadapi Kashiwa Reysol menurut Jepang yg baru pertama kali tampil dalam semi final Piala Dunia Antar klub bukanlah hal yg sulit bagi Santos & kalau tidak timbul aral yg melintang kemungkinan akbar Santos akan mengalahkan Kashiwa walau bareng nomor tipis & alot, dikarenakan Kashiwa walau tidak diseded klub ini bermain dalam Negaranya sendiri yg dalam backing sang gemuruh sorak-sorai para suporter fanatiknya yg tentunya akan memompa semangat mereka buat berjuang hingga titik keringat yg penghabisan. Namun apapun yg terjadi Saya permanen menjagokan Santos buat memenangkan semi final ini buat melaju ke Final bertemu bareng Barcelona.

Yang menarik buat disimak Hadiah buat para pemenang menurut Kompetisi paling bergengsi Club World Cup sebagaimana dikutip menurut sebuah media online bahwa Pemenang ( Juara ) akan mendapatkan hibah sebanyak lima Juta dollar Amerika, Runner-Up 4 Juta Dollar Amerika, Pemenang ketiga 2,lima Juta dollar USA, urutan keempat 2 juta dollar Amerika, peringkat kelima $ 1,lima juta, peringkat keenam $ 1 juta & peringkat ke 7 $ 500 ribu.

Pada Tahun 2010 yg kemudian Barca tidak hingga ke Final, dalam Final Inter Milan bertemu bareng wakil menurut Afrika TP Mazembe, Inter Milan keluar menjadi Juara Piala Dunia Antar Klub mengalahkan Mazembe 3-0, sejarah bola mencatat bahwa dalam tahun 2006 Barcelona pernah menjadi Runner-up dalam Piala Dunia antar Klub, Barca ditekuk sang Wakil menurut Brasil Intercontinentale yg menjadi juaranya bareng skor tipis 1-0 menyedihkan bagi Fans Barca saat itu.

Karena Bola Bundar & sanggup bergulir menerobos kegawang kalau Dewi Fortuna nir bersemayam dalam galat satu Klub, maka jika El Barca berhasil menaklukkan Al-Sadd maka Barcelona akan mencatatkan dirinya 3 kali maju ke putaran final Piala Dunia Antar Klub, & jika Tahun ini Barcelona keluar menjadi Juara Club World Cup 2011 maka Barcelona akan mencatatkan dirinya menjadi satu-satunya Tim yg sanggup 2 kali menjadi Juara dalam ajang Kejuaraan Dunia Antar Klub.

Semi Final Club World Cup 2011 yg akrab kita sebut Piala Dunia antar Klub tinggal menghitung Jam saja & 4 Team akan saling mengadu taktik & kepiawaian mengocek si kulit lingkaran akan tampil dalam ajang paling bergengsi antar Klub diseantero jagat raya ini, club elite yg tahun ini lolos ke putaran semi final masing-masing menurut Negara Spanyol timbul Barcelona, Santos menurut Brasil, Kashiwa Reysol menurut Jepang & Al Sadd menurut Qatar, menurut 4 Klub yg lolos ke semi final, virtual Saya timbul dalam Barcelona & Santos buat bertemu dalam laga Final, bareng estimasi bahwa hanya 2 Klub ini yg nisbi punya Nama brilian dalam kancah persepakbolaan Dunia.

Barcelona menurut Spanyol yg Saya jagokan maju ke Final tahun 2011 ini sudah pernah jadi kampiun dalam ajang perebutan bergengsi antar Klub global yaitu dalam tahun 2009 yg kemudian, yg diselenggarakan dalam Uni Emirat Arab, dalam Final El Barca mempecundangi wakil menurut Negerinya Lionel Messi Argentina Klub Estudiantes 2-1 melalui perpanjangan waktu dimana Lionel Messi menjadi penentu kemenangan Barca melalui Gol cantiknya dimenit 110.

 

Piala Dunia 2010 – 2018 | admin | 4.5